Kamis, 16 Juli 2009

Komunikasi Data

Modul Komunikasi Data

BAB 1
KOMUNIKASI DATA

Tujuan :
Memberikan pengetahuan tentang komunikasi data antara computer dan computer-komputer dan terminal, serta terminal dan terminal, termasuk aplikasinya dalam system jaringan komunikasi data.
Materi :
Pengertian, terminology dan konsepsi komunikasi data, transmisi codes, transmisi modes.
Komponen system komunikasi data:
- Saluran komunikasi
- Multiplexer
- Concentrator
- Terminal
- Modes
- Interface
- Satuan saluran komunikasi

Teknik-teknik deteksi kesalahan.
- Ukuran kesalahan
- Line conditioning
- Equalization
- Deteksi-deteksi otomatis
- Error corection
Protokol dan line control prosedur protocol, Network, LCP, Message, Exchange, teknik poling.
Communication Carrier (media pembawa komunikasi)
Perancangan.
Komunikasi Data adalah pemindahan informasi, dengan alat suara, penglihatan dan pendengaran. Hal ini dipengaruhi oleh, jarak, kecepatan dan volume.
Karena sulitnya orang berkomunikasi, maka diciptakanlah suatu system yang disebut Komunikasi Data. Komunikasi data secara umum memberikan fasilitas komunikasi jarak jauh dengan system computer. Istilah komunikasi data berasal dari Telekomunikasi dan Pengolah Data.
Teleprosessing yaitu pengolahan data jarak jauh. Komunikasi Data adalah perpindahan elemen-elemen informasi dalam bentuk tertentu dari suatu peralatan ke peralatan lain dalam system computer.
Kenapa diperlukan komunikasi data ?
- Untuk menghemat waktu pengiriman informasi dari pemakai ke system computer dan sebaliknya.
- Agar penggunaan system computer lebih efisien, yang memungkinkan jumlah pemakai lebih dari satu.
- Operasi yang harus dikerjakan operator berkurang.
- Menghindari keterlambatan/waktu tunda (delay) yang lama.


MODE TRANSMISI DATA (Transmission Mode)
Transmisi merupakan bagaimana suatu data dapat dikirimkan dari suatu alat dan diterima oleh alat lain. Transmisi ini merupakan salah satu konsep penting dalam sistem komputer sehingga suatu perangkat bisa berkomunikasi dengan perangkat lainnya. Misalnya dari perangkat input ke pemroses, pemroses ke storage, pemroses ke media output, atau bahkan dari suatu sistem komputer ke sistem komputer lainnya. Dikenal dua mode transmisi ini, yaitu: Paralel transmission dan Serial transmissionData disalurkan melalui media transmisi, media transmisi ini merupakan jalur dimana data akan dilewatkan. Kita bisa menganggap media transmisi ini sebagai sebuah pipa dimana pada pipa tersebut akan dilewatkan data-datanya.

Parallel Transmission
Data dikirimkan serentak melalui beberapa jalur sekaligus. Jadi untuk mode transmisi ini, jalur yang tersedia tentu lebih dari satu media transmisi. Data dikirimkan terus menerus melalui jalur-jalur yang disediakan tersebut hingga semua data dapat terkirimkan.Serial Transmission
Pada serial transmission, jalur yang disediakan hanya satu, dimana data yang ada dikirimkan kan secara bergantian hingga semua data tersebut dapat diterima oleh pengirim. Pada serial transmission ini terdapat metode transmisi, yaitu synchronous transmission dan asynchronous transmission.
Synchronous Transmission
Synchronous transmission ini dikenal juga dengan istilah synchronous transfer mode (STM). Proses pengirim dan penerima diatur sedemikian rupa agar memiliki pengaturan yang sama, sehingga dapat dikirimkan dan diterima dengan baik antar alat tersebut. Umumnya pengaturan ini didasarkan terhadap pewaktuan dalam mengirimkan sinyal. Pewaktuan ini diatur oleh suatu denyut listrik secara periodik yang disebut dengan clock atau timer.
Kenapa pengaturan clock ini penting? Baiklah, clock merupakan suatu yang sangat penting dalam setiap aspek pada komunikasi dengan menggunakan sistem komputer, baik itu pada komputer itu sendiri maupun dengan bagian luar yang terhubung dengan komputer untuk pemrosesan data. Pada metode ini, clock antar pengirim dan penerima harus benar-benar sama dan akurat. Clock yang ada pada penerima akan memberitahu kepada clock yang ada pada penerima kapan proses serah terima dilakukan. Dengan adanya keakuratan clock ini, clock yang ada pada pengirim dan clock yang ada pada pada penerima akan melakukan proses secara bersamaan.

Asynchronous Transmission
Asynchronous transmission ini sering juga diisitilahkan dengan Asynchronous Transfer Mode (ATM). Mode ini paling sering digunakan untuk mengirimkan dan menerima data antar dua alat. Pada mode ini berarti clock yang digunakan oleh kedua alat, tidak bekerja selaras satu dengan lainnya. Dengan demikian, data harus berisikan informasi tambahan yang mengijinkan kedua alat menyetujui kapan pengiriman data dilakukan. Dengan demikian, proses transfer dapat dilakukan dengan waktu yang berbeda-beda.

Berdasarkan fasilitas mode Transmisi dapat dibedakan atas :
1. Simplex
2. Half Duplex
3. Full Duplex

1. Simplex
Adalah suatu system komunikasi data, hanya memungkinkan satu arah saja.
Contoh:
- Radio Broadcasting
- Radio Control, seperti mainan anak-anak dg remote control.

2. Half Duplex
Adalah suatu system komunikasi data dimana komunikasi dua arah memungkinkan, akan tetapi tidak pada waktu yang bersamaan. Hanya satu arah untuk setiap saat saluran dapat digunakan.

Operator A dapat berbicara pada operator B, tetapi tidak dapat bicara sebaliknya kepada A sebelum A selesai atau sebelum frekwensinya kosong.

3. Full Duplex
Adalah sustu system komunikasi data, dimana komunikasi data dua arah dapat dilakukan pada waktu yang bersamaan, karena pada kedua ujung saluran masing-masing terdapat transmitter dan receiver yang tidak ada saling ketergantungan satu sama lainnya.
Contoh: Saluran Telpon

Dengan adanya standarisasi pengkodean pada transmisi data, peralatan-peralatan dengan produk yang berbeda dapat saling berhubungan. Dan beberapa system pengkodean untuk menyatukan Alphabet dan Numeric, antara lain:
1. Kode Baudot
2. Kode ASCII
3. Kode IBM EBCDIC.

Kode Baudot
Salah satu dari system kode terdahulu yang banyak digunakan adalah kode Baudot, terutama pada Teletypewriter model lama seperti teletypewriter modlel 27, dimana belum tersedianya “Shift Key” sebagaimana mesin-mesin saat ini.
Kode Baudot menggunakan 5 bit kode, jadi hanya mungkin untuk membentuk 25 character = 32 character atau sinyal control yang berbeda, padahal untuk melengkapi dengan “Shift Key” diperlukan 32 character lagi, sehingga total menjadi 64 character. Kode Baudot sudah tidak banyak digunakan saat ini.
Contoh: Telex.

Kode ASCII
The American Standard of Information Interchange Code (ASCII), kode ini adalah yang banyak digunakan pada computer dan terminal. Kode ASCII menggunakan 7 bit, sehingga dalam membentuk 27 (128) character atau sinyal control yang berbeda. Format 8 bit juga digunakan pada kode ASCII khususnya untuk 8 bit Micro Computer. Dari 8 bit ini, bit no.8 dijadikan sebagai indikasi “Parity” pada suatu system atau sebagai “Strobe Bit” pada system yang lain. Strobe Bit digunakan untuk menyatakan pada computer bahwa 7 saluran data adalah BAIK atau VALID, yang mana pada system ini computer dirancang untuk tidak memperdulikan input sebelum Strobe Bit dating.
Strobe=Gating=Penggerbangan, yaitu suatu rangkaian untuk mengizinkan lewatnya informasi pada output dan untuk melihat apakah ada informasi atau tidak.
Parity adalah satu bit extra yang ditambahkan pada satu byte character untuk menjamin bahwa selalu terdapat salah satu jumlah yang genap atau ganjil dari bit yang aktif. Setiap character terdiri dari 1 byte yang terdiri dari 7 bit.

Parity ada 2 macam :
1.Parity Genap/event paity
2.Parity Ganjil/add parity.

Di dalam kode ASCII setiap character dinyatakan dalam Hexadecimal. “DAN” dalam ASCII menjadi 2616, artinya 16/26 = 010.0110 (hanya 3 angka saja yang aktif yaitu angka 1).
Untuk Parity Genap 1010.0110
Untuk Parity Ganjil 0010.0110.

Catatan: Kalau memakai system parity genap dia akan cenderung selalu genap, dan sebaliknya.
Pada daftar table ASCII, notasi dinyatakan dalam Hexadecimal. Urutan bit untuk suatu karakter bias didapat dengan cara mengkonversikannya dari Decimal ke Binary.

Kode IBM EBCDIC
The Extended Binary Coded Decimal Interchange Code. Kode ini banyak digunakan pada peralatan produk 80 kolom tegak. Salah satu contoh pemakainnya adalah pada Punch Card Reader. Kode dibuat pada suatu kartu yang dinamakan “HOLLERITH CARD”. Hollerith Card dibagi atas 12 rows mendatar dan 80 kolom tegak, yang terdiri atas dua area, dimana area I adalah Row, nomor 0 s/d 9 yang dinamakan “Punching Numeric”, sedangkan row nomor 11 dan 12 adalah area II yang dinamakan “Punching Zone”.
Bilangan dinyatakan dengan satu lubang pada Punching Numeric, sedangkan Alphabet dan tanda baca dinyatakan oleh kombinasi lubang pada Punching Zone dan Punching Numeric, dimana : untuk Alphabet selalu 2 lubang dan untuk Tanda Baca 1,2 dan 3 lubang.
CCITT = “International Telephone and Telegraphy Consutative Committee”.
CCITT
Kode Baudot diakui dengan kode n = 2
Kode ASCII diakui dengan kode n = 5
Kode EBCDIC Belum diakui.


Sambungan LOOP
Sambungan ini digunakan apabila masing-masing stasiun tidak terlalu jauh dan mempunyai fasilitas berkomunikasi antar stasiun terminal.

Konsep utama jaringan
Terminal :
- Rekayasa manusia
- Kecerdasan
- Kode/Mode transmisi
Media (saluran transmisi)
Modem.

Sambungan Langsung
Adalah suatu sambungan yang langsung dihubungkan antar system computer dengan terminal tanpa menggunakan modem.

Sambungan IN-PLANT.
Adalah suatu sambungan antar computer dengan terminal dalam satu gedung atau satu kawasan (pabrik) yang menggunakan saluran pribadi dengan menggunakan dua kawat yang bergandengan antar modem.
Sambungan OUT-PLANT.
Adalah suatu saambungan antar system computer dengan terminal-terminal antar kota, masing-masingnya memiliki modem. Hal ini memerlukan rekomendasi perusahaan dan izin dari pihak lain, serta persyaratan standar dalam penggunaan modem.


Sinyal analog
Adalah singkatan dari Modulasi dan Demodulasi, yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi sinyal analog atau sebaliknya. Modulasi adalah menumpangkan sinyal-sinyal (elemen-elemen) pada gelombang pembawa, Demodulasi adalah memisahkan sinyal-sinyal (elemen informasi) dari gelombang pembawa. Maksudnya fungsi Modem pada sambungan Komunikasi Data adalah, mengkonversikan sinyal-sinyal digital dari stasiun terminal menjadi sinyal modulasi (sinyal analog), dan sebaliknya mengkonversikan sinyal analog yang diterima menjadi sinyal digital untuk diteruskan.
Parallel sinyal modulasi
Ø Kombinasi antara unit pengolahan data dan DC Controler disebut Data Terminal Equivalent (DTE).
Ø Modem dari peralatan transmisi di sebut Data Circuit Termination equipment (DCE).
Ø Di antara DC Controler dan modem dapat disebut garis pemisah antara pengolah data dan telekomunikasi. Biasanya digunakan interface yang disebut interface komunikasi data.
Sinyal Digital
Data (baik data digital maupun data analog) dapat direpresentasikan oleh sinyal digital.Misalnya, suatu 1 dapat di-enkode sebagai suatu tegangan positif dan 0 sebagai tidak ada tegangan.
Sinyal Analog
Data ditransmisikan dalam bentuk gelombang yang kontinu.Sinyal sinusoida merupakan bentuk dasar dari sinyal analog. Sinyal ini berubah secara konsisten dan kontinu secara secara teratur dalam suatu cycle.
Modulasi Konversi Digital ke Analog
Kadangkala physical layer perlu merubah data digital menjadi sinyal analog, Misalnya saat penggunaan telpon konvensional untuk mengirim data digital via Internet. Jalur yang digunakan adalah jalur analog bandwidth yang sempit, sekitar 4 kHz yang tidak memungkinkan untuk dilewati sinyal digital dalam pengiriman data yang reliable. Pada kasus ini diperlukan konversi digital ke analog, yang dikenal sebagai modulasi. Suatu peranti yang disebut modem (modulator/demodulator) diperlukan untuk memodulasi dan mendemodulasi data.
Gambar…Modulasi/Demodulasi

Menurut cara penyampaian pesan DTE dapat dibedakan atas 3 :
1. DTE dengan modus Start-Stop (Asynchronous)
2. DTE dengan modus Synchron
3. DTE dengan modus Paket.
1. DTE (terminal) dengan modus Start-stop.
Setiap karakter ditransmisi secara terpisah
Setiap karakter diapit oleh bit synchronisasi
Disusul oleh karakter (tergantung kode yang digunakan)
Satu buah bit parity
Satu atau dua bit stop.
Pola bit(frame) adalah sebagai berikut:
Panjang bit stop = 1 bit, Terminal Telex = 1,5 bit, Teletype Printer = 2 bit.
Karakter Synbchronous Start-Stop.

Sifat-sifat:
- Kecepatan kerja transmitter dan receiver tidak perlu sama betul, karena untuk semua karakter dimulai dengan clock baru.
- Diperlukan bit tambahan relative cukup baik untuk synchroniasi.

DTE dengan modus Synchron
o Fungsi synchronisai biasanya dilakukan dengan modem
o Transmisi bit ditentukan saatnya oleh clock dan unit synchronisasi di dalam modem.
o Modem transmisi dan modem penerima harus sinyal clocknya harus seirama.
o Synchronisasi karakter dilakukan oleh DC controller dengan cara memindahkan satu karakter atau lebih di depan karakter transisi data yang dinamakan synchronous character.
o Di awal pesan biasanya perlu ditambahkan beberapa karakter (transisi data) sebagai percobaan.
Pola (Frame) adalah sebagai berikut:


Synchronous character
Pengiriman data dimulai dengan synchronous character code(1 atau 2 character). Kemudian data dikirimkan terus menerus, setiap block dari character=256 chr, diakhiri dengan block check character.
Sifat-sifat:
- Pesan berupa paket-paket informasi yang terdiri dari rangkaian bit dan diapit oleh flag.
- Panjang informasi yang diapit dua flag tidak tertentu.
- Bit-bit data didahului oleh flag pembuka dan flag penutup.
- Flag terbentuk oleh kombinasi bit yang unik yaitu 01111110.
- Disisipkan bit-bit extra pada data, agar tidak terjadi kekeliruan antara flag dengan flag, seperti :
o Bila ada 5 bit ‘1’ berurutan di dalam pesan maka ditambahkan bit ‘0’.
o Penerima menghilangkan kembali bit ‘0’ yang terdapat setelah 5 buah bit ‘1’ yang berurutan.



Kecepatan:
Satu aspek penting dalam komunikasi data adalah kecepatan pengiriman data lewat media transmisi.
Faktor-faktor yang berperan antara lain:
- panjang sambungan jalur transmisi
- sifat-sifat elektronikal peralatan yang digunakan.
Secara umum ada 3 cara untuk menentukan kecepatan transmisi data:
- Kecepatan modulasi dalam Baud(Bd) elemen/det.
- Kecepatan sinyal dalam bit/detik (Bps)
- Kecepatan transmisi dalam karakter per detik (cps).

Contoh-contoh:
1. Terminal Start-Stop
Modulasi speed = 110 Baud
Signal speed = 110 Bps
Transmisi speed = ? cps
Diketahui 1 karakter dalam ASCII =(7 bit+1P+1 bit start + 2 bit stop) = 11 bit
Jadi Kecepatan transmisi data = 110 bit/detik = 10 cps.

2. Terminal Synchron.
Modulasi speed = 1200 Baud
Signal speed = 2400 Bps
1 character in ASCII = 7 bit + 1P = 8 bit
Jadi transmisi speednya = 2400 = 300 cps.


INTERFACE
Adalah suatu unit hardware yang dirancang untuk menghubungkan berbagai unit peralatan secara bersama-sama.
Gambar …..(fisik interface)
Untuk menentukan fungsi dan operasi Modem yang akan dipakai, perlu diperhitungkan “Interface” terminalnya. Bila kita akan menggunakan Modem yang berbeda pabrik pembuatannya, Modem ini harus di stel lagi supaya dapat bekerjasama. Oleh sebab itu untuk dapat menyambungkan peralatan-peralatan yang berbeda pabrik pembuatannya diperlukan standarisasi. (kecuali internal Modem).
CCIT (International Consultative Committee Telegraph and Telephone), telah menetapkan berbagai rekomendasi dan pesyaratannya antara lain:
Interface V24 dan RS 232-C: untuk sambungan ke jaringan umum.
Interface X : untuk sambungan ke jaringan data umum.
Pertimbangan lain untuk pemilihan modem:
- Terminal modus sinchronat asynchrony
Bila sinkron, modem harus menyediakan sinyal clock untuk mengirim data dan menyediakan sinkronisasi untuk penerimaan data.
- Kecepatan sinyal (Bps).


Data set ready (DSR) kondisi on, DTE diberitahu bahwa Modem telah tersambung
Data terminal ready (DTR) menunjukkan bahwa DTE siap berkomunikasi dengan DTE lawan.
Request to send (RTS) dari DTE, menyatakan hidupnya transmitter sekaligus matinya receiver DTE tersebut.
Carrier detect, adalah sinyal yang dideteksi Modewm penerima bahwa DTE pemanggil sudah menghidupkan transmitter, sehingga DTE yang dipanggil beralih ke kondisi menerima(receiver). Juga menunjukkan kondisi sambungan jalur baik atau tidak. Bila ada gangguan sinyal ini akan mati.
Clear to send (CTS) adalah sebagai jawaban kepada DTE pengirim bahwa Modem sudah siap untuk mengirim.
Transmitted data, data dikirim
Data received, data diterima.

METODE MODULASI
Pada Sambungan IN-PLANT atau OUT-PLANT local, modem tidak harus memodulasikan bit-bit data ke gelombang pembawa. Pada modem ini lebar band (Bandwidth) saluran pengirimnya cukup besar, sedangkan panjangjalur relative pendek.
Bandwidth adalah perbedaan frekwensi antara batas terendah dan batas terttinggi dari suatu Band (ruang lingkup frekwensi).
Pada sambungan IN-PLANT dan OUT-PLANT local sinyal digital dikirim dengan menggunakan:
a. Sumber tenaga ( mengkonversikan sinyal ke tegangan listrik), dimana ‘0’ = +300 mV dan ‘1’= -300 mV.
b. Transmisi data (60 mA) dengan system saklar.
Pada rceiver dideteksi dengan resistor seri yang bertahanan rendah, lalu dikonversikan lagi ke pemisah logic ‘0’ dan ‘1’.

Ada 3 metode Modulasi
1. Modulasi Amplitudo (AM)
2. Modulasi Frekwensi (FM)
3. Modulasi Phasa (PM).


1. Modulasi Amplitudo (AM)
Amplitudo adalah nilai dari sinyal tersebut di suatu titik pada gelombang.
Pada modulasi ini Amplitudo gelombang pembawa divariasikan sesuai dengan pola bit. Logic 1 ditransmisikan sebagai tingkat rendah (off) dan logic 0 sebagai tingkat tinggi (on).

2. Modulasi Frekwensi (Frekwensi Shift Keying)
Frekwensi adalah jumlah dari cycle dalam satu detik.Frekuensi=1/periode.
Pada modulasi ini Amplitudo gelombang pembawa divariasikan sesuai dengan pola bit.

Dimana f1 >f2 f1=2225 Hz.; f2=1225 Hz.
Pengiriman logic ‘0’ dan logic ‘1’ berdasarkan pergeseran frekwensi antara frekwensi rendah ke frekwensi tinggi.

3. Modulasi Phasa (PM).
Fasa adalah posisi dari gelombang saat waktu(t)=0. Jika kita asumsikan gelombang adalah sesuatu yang dapat dipindahkan ke depan atau ke belakang sepanjang sumbu waktu, fasa mendeskripsikan jumlah dari perpindahan tersebut, mengindikasikan status dari cycle yang pertama. Fasa diukur dalam derajat, atau radian( 360 derajat adalah 2p radian).
Bila mengirim logic ‘0’, gelombang pembawa menghasilkan phase 1800.
Bila mengirim logic ‘1’, phasa tidak berubah.

Fungsi DC controller
1. Mengkonversi informasi dari computer (parallel bit mejadi serial bit)
2. Mengontrol Modem
- Mengaktifkan sinyal control,hubungan modem dengan jalur pengirim.
- Menghidup matikan transmitter
- Clocking terhadap pengiriman data.
3. Mengontrol sambungan data
- protocol pengontrol sambungan data agar pengiriman unit-unti pesan seacara benar.
- Pengecekan kesalahan dan sinyal interupsi.

Tiga kelompok DC Controller
Controller untuk mengirim Karakter
Controller untuk mengirim Blok
Controller untuk mengirim Paket.
USART (Universal Synchronous/Asynchronous Receiver/Transmitter).
Memberikan intial rangakaian dengan me-Load Register mode, antara lain:
- mode sinkron/asinkron
- jumlah bit data per karakter (5-8 bit)
- parity(genap/ganjil)
- jumlah bit stop pada mode start-stop.
Load Register Innstruksi dengan sinyal-sinyal pengontrol (missal Transmiter On).
Register Status berisi status-status Modem
Register penerima, bila menerima 1 karakter maka sebuah bit status diaktifkan. Kesalahan parity juga ditunjukkan pada register status.
Register pengirim. Bila register pengirim sudah kosong akan ditunjukkan oleh sebuah bit pada register status, sehingga CPU akan me-Load ke dalam register pengirim.


PROCESSOR JARINGAN
Khusus masalah pengiriman data melalui jaringan, sehingga computer pusat dapat terkonsentrasi hanya pada pengolahan data.
Sebagai contoh:
Front End Processor (FEP)
Khusus menangani komunikasi data, yang fungsinya antara lain:
- pengontrol rangkaian
- pengontrol sambungan data
- buffering terhadap data
- menangani kesalahan
- melaksanakan formatting
- mengkonversi kode
Front End Processor ini terdiri dari Disk dan VDU.
Fungsinya sebagai alat konsentrasi transmisi data seperti:
- Buffering informasi dan mengontrol data yang akan dikirim
- Mengkonversi kode
- Memisah-misah dan menyusun pesan
- Mengontrol rangkaian dan sambungan data.

JARINGAN SECARA UMUM

Jaringan telpon(full duplex) adalah bagian dari jaringan telekomunikasi.
Media pengirimnya :
- konduktor listrik (kabel tembaga)
- gelombang radio
- berkas cahaya( fiber optic).
Tiga bentuk telekomunikasi
Telpon , paling sering digunakan untuk tujuan komunikasi data.
Telex, untuk mengirim pesan dalam kode Baudot.
Telegraphy, digunakan untuk mengirim pesan dalam kode morse.
Telex dan Telpon bila digunakan untuk komunikasi data, pengiriman informasi tidak dilakuakn secara bersama (sharing).

Switching Rangkaian
Jaringan telpon untuk umum menggunakan switching rangkaian yang terdiri dari sekumpulan switch(kontak) electronic dan sarana pengirim. Dengan switching rangkaian pelanggan dapat disambungkan ke pelanggan lain oleh sentral telpon. Bila terminal kebetulan sibuk, panggilan harus diulang.

Switching Pesan
- Simpan dan teruskan, sehingga tidak diperlukan panggilan ulang
- Rangkaian diantara sumber dan tujuan dihidupkan secaa berurutan (tidak bersamaan).
- Sentral mempunyai alat penyimpan pesan (semetara).
- Sentral menganalisa (perioritas, biaya dan tujuan).
Tugas sentral switching pesan:
- menerima pesan
- menyimpan pesan
- menganalisa
- melakukan routing
- meneruskan pesan.
Switching Paket
Digunakan untuk komunikasi antar computer, computer dan terminal, terminal-terminal yang mengirim banyak data pesan yang akan diperlukan lalu dibagi-bagi dalam paket kecil (missal 1024 bit) yang merupakan tugas Node.
Node merupakan jaringan yang tersusun dari suatu system computer.


Tugas host dalam terminal hanya menentukan tujuan paket-paket tersebut.
paket

Header berisi, tipe paket, alamat paket, alamat tujuan, dan nomor urut paket dalam pesan yang bersangkutan.

MULTIPLXER adalah suatu alat yang digunakan untuk melakukan pergantian dua atau lebih sinyal secara berselingan melalui satu saluran komunikasi.

MULTIPLXING
Adalah suatu cara yang digunakan untuk melakukan trnsmisi lebih dari satu sinyal secara bersama melewati satu jalur data.

Frequensi Division Multiplexing (FDM)
Adalah suatu teknik analog yang dapat diaplikasikan saat bandwidth dari suatu jalur lebih besar dari total bandwidth dari sinyal yang ditransmisikan. Dalam FDM, sinyal yang dibangkitkan tiap piranti dimodulasi oleh fekwensi pembawa yang berbeda-beda. Sinyal termodulasi ini kemudian dikombinasi ke dalam satu sinyal yang kompleks dapat dikirimkan via jalur tersebut.

Wave-Division Multiplexing (WDM)
WDM memiliki konsep yang sama seperti FDM, tetapi proses multiplexing dan demultiplxing dilakukan pada sinyal cahaya yang ditransmisikan melalui jalur fiber-optic (serat kaca). Perbedaannya adalah frekuensi yang digunakan sangat tinggi.

Time Division Multiplxing (TDM)
TDM adalah suatu proses digital yang dapat diaplikasikan saat data-rate maksimal, medium transmisi lebih besar daripada data-rate yang dibutuhkan oleh piranti pengirim dan penerima.
Masing-masing ujung(penerima dan pengirim) mengunakan slot waktu (time slot) untuk mengirim data, dimana pembagian slot adalah Statis.
Demultiplexer gunanya untuk menyusun /memasang kembali saluran individu dari masing-masing slot.

Sambungan Telpon dan Modem
Salah satu cara penyambungan adalah dengan satu konektor telpon untuk menyambung modem( dipasang pada sambungan telpon permanent).
- Jika modem sudah tersambung tapi belum diaktifkan, pesawat akan tersambung ke jalur melalui circuit switching modem.
- Bila modem diaktifkan (posisi switch ke bawah) maka modem tersambung dengan jalur dan pesawat mati.

Pemanggilan dan penerimaan secara Manual
- Operator DTE pengirim mengangkat gagang telpon dan memutar nomor telpon DTE lawan.
- Bila sudah tersambung dan keduanya sepakat untuk bertukar data, maka kedua modem disambung dan data dikirim. Pesat telpon tidak dapat digunakan untuk sementara.
- Setelah selesai pengiriman data, kedua operator kembali ke node berbicara yang mengakibatkan terputusnya hubungan antara Modem.

Penerimaan Otomatis
- Modem mendeteksi dering telpon, menerima panggilan itu dan menyambung ke rangkaian telpon.
- Setelah itu data dapat dikirim, bila DTE pemanggil selesai dengan pengiriman, modem meletakkan kembali gagang telpon secara electronic.

Pemanggilan Otomatis
Dengan menggunakan automatic calling unit (acu) DTE melakukan pemanggilan secara otomatis. ACU secara elektronik mengangkat gagang telpon, menunggu nada dial, kemudian menempatkan nomor yang baru dikirim DTE ke jalur.


Jaringan komputer
Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.
Tujuan dari jaringan komputer adalah: Membagi sumber daya seperti, berbagi pemakaian printer, CPU, memori, harddisk Komunikasi: contohnya surat elektronik, instant messaging, chatting Akses informasi: contohnya web browsing
Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.
Klasifikasi Berdasarkan skala :
Personal Area Network (PAN)
Campus Area Network (CAN)
Local Area Network (LAN)
Metropolitant Area Network (MAN)
Wide Area Network (WAN)
Global Area Network (GAN)

Berdasarkan fungsi :
Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

Client-server
Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

Peer-to-peer
Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.
Berdasarkan topologi jaringan:
Berdasarkan [topologi jaringan], jaringan komputer dapat dibedakan atas:
Topologi bus
Topologi bintang
Topologi cincin
Topologi mesh
Topologi pohon
Topologi linier
Topologi jaringan adalah, hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini.
Topologi bintang
Topologi Cincin
Topologi Bus
Topologi Mesh/Jala
Topologi Tree/pohon
Topologi Linier
Setiap jenis topologi di atas masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Pemilihan topologi jaringan didasarkan pada skala jaringan, biaya, tujuan, dan pengguna.
Topologi bus
Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya. Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.
Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

Topologi bintang
Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.
Kelebihan
Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
Tingkat keamanan termasuk tinggi.
Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Kekurangan
Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan terhenti.
Penanganan
Perlunya disiapkan node tengah cadangan.

Topologi cincin
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan.
Topologi jala
Topologi jala atau mesh adalah sejenis topologi jaringan yang menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan ini adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Topologi ini selain kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya.

Topologi pohon
Topologi Jaringan Pohon (Tree) Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7. Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

Topologi linier
Jaringan komputer dengan topologi linier biasa disebut dengan topologi linier bus, layout ini termasuk layout umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator. Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.

Tipe konektornya terdiri dari
BNC Kabel konektor ---> Untuk menghubungkan kabel ke T konektor.
BNC T konektor ---> Untuk menghubungkan kabel ke komputer.
BNC Barrel konektor ---> Untuk menyambung 2 kabel BNC.
BNC Terminator ---> Untuk menandai akhir dari topologi bus.
Keuntungan dan kerugian dari jaringan komputer dengan topologi linier bus adalah :
Keuntungan, hemat kabel, layout kabel sederhana, mudah dikembangkan, tidak butuh kendali pusat, dan penambahan maupun pengurangan terminal dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.
Kerugian, deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, kepadatan lalu lintas tinggi, keamanan data kurang terjamin, kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan diperlukan Repeater untuk jarak jauh.

MEDIA KOMUNIKASI
Untuk mengkoneksi komputer ke media komunikasi diperlukan media komunikasi dan antarmuka (interface) yang tepat. Jika ada alat komunikasi yang memiliki antarmuka serial, harus disambungkan dengan antarmuka serial juga.

2.1. Antarmuka Komputer
• Antarmuka komputer merupakan jembatan antara dunia luar dan komputer itu sendiri. Antarmuka berfungsi sebagai tempat tersambungnya peranti luar ke komputer. Antarmuka juga dikenal dengan sebutan port. Port terdiri atas port serial, parallel, USB, LAN, AUDIO, keyboard, dan mouse.
• Port serial sering disebut port Com yang terdiri atas Com 1 dan Com 2. Port ini menggunakan konektor RS-232 dengan pilihan 9 pin atau 25 pin. Berfungsi untuk menyambungkan alat seperti mouse, modem, dan pembaca barcode.
• Port parallel sering juga disebut port LPT. Menggunakan konektor DB-25 dengan jumlah pin sebanyak 25 buah. Berfungsi untuk menyambungkan alat seperti printer, harddisk eksternal, dan Zip Drive.
• Port USB (Universal Serial Bus) memiliki kecepatan lebih cepat dari port serial dan paralel. Port ini sekarang sedang populer. Semua alat elektronik terbaru mendukung penggunaan port USB ini. Alat yang bisa terambung dengan port USB adalah Flash Disk, printer USB, MMC, dan kamera digital.

2.2. Jenis Media Komunikasi
• Jenis media komunikasi yang sering dipakai oleh masyarakat luas, seperti Microphone, speaker, handycam, handphone, dan Webcam.
• Saat ini komputer memiliki kemampuan untuk menggabungkan semua media dengan sebuah komputer. Komputer semacam ini dikenal dengan sebutan komputer multimedia.
• Webcam adalah singkatan dari Web camera yang memungkinkan pengguna komputer seperti melakukan teleconference dengan pengguna komputer lain. Pemakaian webcam tersebut harus dilengkapai dengan mik dan perangkat lunak khusus yang harus ter-install di komputer kita. Contoh perangkat lunak untuk melakukan teleconference adalah Yahoo Messenger.

2.3 Pengenalan Protokol TCP/IP
• Protokol merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menyambungkan antarkomputer dalam sebuah jaringan sehingga dapat melakukan komunikasi data.
• Secara umum fungsi protokol adalah sebagai penghubung dalam komunikasi data sehingga proses pertukaran data dapat berjalan baik dan benar.

2.4. Fungsi protokol secara khusus
• Fragmentasi, adalah pembagian informasi yang dikirim menjadi beberapa paket data dari sisi pengirim. Jika telah sampai di penerima, paket data tersebut akan digabungkan menjadi paket berita.
• Enkapsulasi, adalah proses pengiriman data yang dilengkapi dengan alamat, kode-kode koreksi, dan lain-lain.
• Kontrol konektivitas, yaitu membangun hubungan komunikasi berupa pengiriman data dan mengakhiri hubungan dari pengirim ke penerima.
• Flow control, yaitu sebagai pengatur jalannya data dari pengirim ke penerima.
• Error control, adalah mengontrol terjadinya kesalahan sewaktu data dikirimkan.
• Pelayanan transmisi, adalah memberikan pelayanan komunikasi data yang berhubungan dengan perioritas dan keamanan data.

2.5. Jenis-jenis Protokol TCP/IP
• NetBeui Frame Protocol
• NetBIOS
• NWLink
• IPX/SPX
• TCP/IP
• Subnet Mask
Dari sekian jenis protokol tersebut, yang paling populer adalah TCP/IP. Karena itu, yang akan dibahas adalah TCP/IP.

Protokol TCP/IP
• TCP/IP merupakan kumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu (protokol yang satu tidak perlu mengetahui cara kerja protokol lainya dalam proses pengiriman dan penerimaan data).
• Protokol TCP/IP sangat populer dan paling mudah diaplikasikan di semua jenis komputer dan antarmuka jaringan.
Penjelasan setiap layer adalah sebagai berikut:
• Network Interface Layer, merupakan lapisan paling bawah yang bertugas mnengirimkan dan menerima data dari media fisik (kabel, serat optic, atau gelombang radio).
• Internet Layer, bertugas mengirimkan paket-paket data ke alamat yang tepat. Protokol pada lapisan ini terdiri atas tiga jenis, yaitu IP, ICMP, dan ARP. ( IP atau Internet Protocol bertugas menyampaikan paket data ke alamat yang tepat, ARP atau Address Resolution Protocol bertugas menemukan alamat perangkat keras terminal yang hanya terletak pada jaringan yang sama, ICMP atau Internet Control Message Protocol berfungsi mengontrol pengiriman pesan dan apabila ditemukan kegagalan pengiriman data maka protokol ini pula yang melaporkannya).
• Transport Layer, berfungsi mengadakan komunikasi data antara dua terminal. Terdiri atas dua bagian, yaitu TCP (Transmission Control Protocol) dan UDP (User Datagram Protocol).
• Aplication Layer, tempat menyimpan semua aplikasi, seperti SMTP, FTP, dan HTTP, yang langsung dipergunakan oleh program aplikasi.

Cara Kerja TCP/IP
• Data pertama kali diolah oleh program aplikasi seperti Ms Word, Excel, atau yang lainnya. Kemudian, data tersebut ditangani oleh protocol TCP dengan disisipi data tambahan agar aman. Data tambahan itu adalah Sequence Number (nomor pengakuan) dan 16 bit checksum (periksa kesalahan data). Semua ini disimpan dalam satu paket berupa “amplop”.
• Protokol TCP juga menambahkan data pada paket berupa 16 bit port nomor pengiriman dan 16 bit port nomor tujuan. Port yang dimaksud adalah port logik yang penomorannya diatur oleh sebuah lembaga bernama IANA (Internet Assigned Number Authority). Misalnya, e-mail yang terkirim ke alamat komputer tertentu menggunakan protokol SMTP yang memiliki nomor port 25. Setelah data diproses di TCP maka data diteruskan ke protokol bawah yaitu IP. IP ini mirp dengan pengalamatan nomor rumah, yakni satu rumah tentu hanya mempunyai satu nomor alamat. Demiian juga halnya dengan komputer, setiap satu komputer terbagi atas dua komponen pengalamatan, yaitu sbb:
• Network ID, merupakan bagian dari alamat IP pada suatu host. Hal ini diibaratkan dengan nama jalan, Jl. Abangku Sayang.
• Host ID, titik dalam satu komputer, diibaratkan nomor rumah si Anu, yaitu nomor 10.
• Alamat komputer dikenal dengan nama alamat IP yang terdiri atas bilangan biner 32 bit. Adapun penulisan IP adalah empat urutan bilangan desimal yang dipisahkan dengan titik. Bilangan tersebut memiliki rentang antara 0-255. Contohnya, 192.168.59.114.

2.6 Keamanan Jaringan Data (Security)
Pada dasarnya security (keamanan jaringan data) terdiri atas beberapa kondisi yaitu Privacy, Authenticfication, (otentifikasi), integrity dan Nonrepudiation.

1) Privacy (privasi)
Yaitu pengirim dan penerima memerlukan kerahasiaan. Data yang dikirimkan hanya akan terkirim dan dimengerti oleh penerima, bukan yang lain.

2) Authentification(otentifikasi)
Yaitu penerima yakin akan identitas pengirim dan bukan penipu yang mengirimkan pesan tersebut.

3) Integrity (integritas)
Data harus sampai di penerima sama persis seperti saat ia dikirimkan. Tidak boleh ada perubahan data dalam pengiriman.

4) Nonrepudiation
Yaitu penerima harus dapat membuktikan bahwa pesan yang diterima datang dari pengirim tertentu. Si pengirim tidak bisa menyangkal pesan yang dikirimkannya.

2.7 Security di Internet.
Secara umum, aplikasi security di Internet dapat dilakukan pada level application layer, transport layer dan IP layer.
Pada level ini tiap aplikasi bertanggung jawab dalam menyediakan keamanan. Implementasi pada level ini hanya menyangkut client dan server. Security pada level ini lebih sederhana hanya komunikasi via Internet hanya menyangkut dua pihak yaitu pengirim dan penerima (misalnya pada aplikasi email). Si pengirim dan penerima dapat setuju untuk menggunakan protocol yang sama dan menggunakan berbagai tipe security service yang tersedia.

Transport Layer Security
Pada level ini security yang diterapkan lebih rumit. Salah satu metode security pada layer ini adalah Transport Layer Security(TLS). TSL merupakan salah satu protocol yang dikembangkan oleh Netscape untuk security di Internet.

Untuk transaksi di Internet, security meliputi:
- Pelanggan perlu yakin bahwa server yang dituju adalah milik vendor sebenarnya, bukan penipu.
- Pelanggan perlu yakin bahwa isi dari pesan yang dikirimkannya tidak dimodifikasi selama transaksi. Integritas pesan harus dipertahankan.
- Pelanggan perlu yakin bahwa tidak ada orang yang tidak berkepentingan yang dapat menerima informasi sensitif yang dikirimkannya, misalnya nomor kartu kredit.
Selain tiga hal di atas, TLS juga dapat menyediakan fitur untuk vendor (penerima) mengotentifikasi pelanggan.

Security pada IP Layer
Pada IP layer, implementasi fitur keamanan (security) sangat kompleks karena banyak piranti yang terlibat. Security pada level ini menggunakan IP Security (Ipsec). IPsec adalah sekumpulan protocol yang didesain oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk menyediakan keamanan pada paekt-paket data yang dikirim via internet. IPSec tidak mendefinisikan metode enkripsi atau otentifikasi tertentu, melainkan menyediakan framework dan mekanisme security. Sedangkan user yang memilih metode enkripsi/otentifikasinya.

















Tidak ada komentar:

Poskan Komentar